Suzuki Carry ST20: Legenda Truntung nan Memorable

Otosera - Para pecinta otomotif, khususnya di Indonesia, pasti familiar dengan sebutan ‘Truntung’. Ini bukanlah nama resmi, melainkan julukan legendaris untuk Suzuki Carry ST20, mobil pick-up mungil yang berjaya di era 70-an hingga 80-an.

Imgsrc : Otoseken

Mengenal Si Truntung

Dirilis pada tahun 1977, Suzuki Carry ST20 menjadi penerus dari ST10, mobil pick-up pertama Suzuki di Indonesia. Dibandingkan pendahulunya, ST20 memiliki desain yang lebih modern dengan lampu bulat besar di bagian depan.

Julukan ‘Truntung’ sendiri berasal dari suara khas mesin 2-tak 550 cc 3 silinder yang dimilikinya. Suara ini cukup unik dan ‘berisik’ bagi sebagian orang, namun justru menjadi ciri khas dan kenangan tersendiri bagi para penggunanya.

Kendaraan Tangguh dan Serbabisa

Meskipun bermesin kecil, Suzuki Carry ST20 dikenal sebagai kendaraan yang tangguh dan irit bahan bakar. Ditambah dengan ukurannya yang kompak serta bak terbuka yang luas, membuatnya ideal untuk berbagai keperluan usaha, mulai dari mengangkut barang dagangan hingga menjadi angkutan penumpang di daerah pedesaan.

Kenangan dan Warisan

Produksi Suzuki Carry ST20 dihentikan pada tahun 1984, digantikan oleh Carry generasi berikutnya. Meskipun demikian, ST20 tetap memiliki tempat tersendiri di hati para pecinta otomotif Indonesia. Banyak kolektor yang berupaya mencari dan merawat mobil ini hingga kini, sebagai bentuk nostalgia dan apresiasi terhadap warisan sejarah otomotif nasional.

Kesimpulan

Suzuki Carry ST20, si ‘Truntung’, lebih dari sekadar mobil pick-up biasa. Ia adalah saksi bisu perkembangan usaha kecil dan menengah di Indonesia, serta menjadi bagian dari kenangan dan cerita hidup bagi banyak orang. Meskipun produksinya telah lama dihentikan, Suzuki Carry ST20 tetap dikenang sebagai legenda yang tak terlupakan.

Posting Komentar untuk "Suzuki Carry ST20: Legenda Truntung nan Memorable"